Diposkan pada CerPenku

Dear My Precious Dear


Tiada selapis awan pun malam itu. Langit bersih. Latar yang sempurna bagi para bintang bersinaran berteman cahaya rembulan.

Adalah Sabil, anak laki-laki bungsu dari tiga bersaudara di keluarganya, tengah duduk takzim di gundukan batu besar pinggiran kali batas desa. Tidak ada yang lebih istimewa dari lukisan langit kecuali gemericik air dan hamparan padi satu-dua ratus batang masih tampak rimbunnya di seberang kali.

oOo

Anak itu, satu-dua kali menghela napas panjang. Pikirannya masih dipenuhi tentang apa yang akan ia lakukan pada kertas yang sedari tadi ia genggam. Lanjutkan membaca “Dear My Precious Dear”

Iklan
Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Tentang Mimpi-mimpi dan Wajah Berseri-seri


Yaa Alloh,,bagaimana aku mengadu pada-Mu sedang Engkau lebih tahu keadaan hatiku saat ini..

Bertanya-tanya sendiri,,

Bagaimana bulan bersyukur atas titah-Mu malam ini,,

Menjadi makhluk bernama Bulan yang Engkau jadikan cantik hanya ketika langit menjadi gelap berjuluk malam,,

Sendirian bergantung di atas sana,,

bulan bagaimana ia selalu bisa tampil bersahaja membalas tatapan manusia bumi,,siapa pun mereka,,

Bulan,,

Meski sejuta wajah terpesona akan elokmu,,

Meskipun beribu bintang bertabur disekitaran,,

bagaimana bulan senantiasa bersyukur bahkan melihat bintang diciptakan dengan lebih dari satu famili,,rasi-rasi,,

Bulan,,

Duhai bulan sekalipun bulan sendiri tetapi bulan selalu setia mengitari bumi,,

Berputar bersama-sama mengorbit pusat galaksi bimasakti dari sabit hingga purnama lagi,,

Bahkan ketika ia menghilang pun nyatanya ia selalu terlihat masanya di bagian lain,,

sebagai tanda ia selalu hadir mengiringi bumi,,

Bulan,,

hanya ada satu bulan dan satu bumi dalam persinggahan waktu ini,,

dan seperti bulanlah kini satu pertanyaanku bergantung dalam langit-langit qalbu,,

apakah hanya aku yang masih mengingat mimpi-mimpi itu..

Ahhh.. belajar yang baik saja dari bulan,,

tentang satu diantara akhlak yang baik,,

sebuah teladan Rosul,,

yang seakan ditampakkan bulan ketika kita memandangnya,,

pelajaran tentang tentang wajah berseri-seri..

Jogja, 23 Mei 2013

Sajak malam itu, di bawah temaram bulan,

ketika hati merasakan luka.