Diposkan pada cara sehat memasak mie instan, cerita mie, mie, mie dan susu, mie instan, Resep Unik, tips membuat mie instan

Me and Mie

*Sebelum bercerita, aku ingin menyampaikan Marhaban yaa Ramadhan semuanya ๐Ÿ™‚ Mohon maaf lahir batin ya. Bagi yang tidak bisa membuka, semoga bisa menutup, siapkan saja catatan hutang puasa, hihi ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Oke. Kali ini aku ingin menulis tentang mie karena aku suka mie. Dari kecil sudah suka mie. Kata Ibu, dari sekitar umur tiga tahun cerita ini dimulai. Pernah jam dua dini hari mengusik tidur cantik Ibu, hanya karna aku ingin semangkuk mie instan kuah. Oi.. betapa menggemaskannya saya sebetulnya di mata Ibu! Meski begitu, aku berterimakasih karena beliau bercerita justru dengan gelak tawa. Hihihi.

Mie. Anak-anak mana yang tidak suka mie? Angkat tangan! Kukira, sebagian besar anak-anak suka mie. Jika ditanya kenapa, karna mie menarik menarik bentuknya, kenyal teksturnya, macam-macam rasanya. Itu menurutku.

Berawal dari cerita aku dan mie itu. Aku ingin membuat catatan. Untuk siapa saja penyuka mie seperti aku. Bahwa makan makanan yang instan-instan seperti mie sepertinya tidak baik untuk kesehatan. Karena banyak zat aditifnya. Zat aditif? Yap, penyedap rasa, pengawet makanan, dan pewarna sintetis. Hii.

Baiklah, fakta itu tentu tidak menyurutkan ketertarikan penyukanya. Justru merk dagang mie berjibun jumlahnya, kini. Dari semuanya, aku sedang suka mie ramennya N*ss*n. Hehe.

Lalu bagaimana kiat makan mie yang aman? Aman? Tentu saja kamu juga mungkin pernah mendengar kiat-kiat berikut ini.

Satu. Buang air rebusan mie. Jika mie instan goreng tidak masalah, tapi untuk yang rebus, kita harus menggantinya dengan air panas yang direbus terpisah. Tentu saja kiat ini untuk membuang lapisan mengkilap seperti lilin dari permukaan mie

Dua. Sisakan bumbu. Tuang minimal setengah dari bumbu mie instan. Alasannya? Untuk mengurangi banyak zat aditif masuk ke perut.

Tiga. Tambahkan bumbu/bahan makanan alami. Bawang merah, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, telur, dedaunan, dll. Semua itu tentu menambah asupan gizi dalam hidangan mie.

Empat. Minumlah susu setelah makan mie. Bisa susu murni atau fermentasi. Mengapa? Seperti yang kita tahu manfaat susu menawarkan zat-zat aditif dalam mie. Sedang yogurt baik untuk kesehatan usus. Begitulah yang saya dengar dari teman Analis Kimia maupun Keperawatan.

Dari keempat kiat itu, aku paling suka kiat ke-empat. Selain karna aku selalu suka susu tidak peduli berapa usiaku, minum susu jugalah teladan Rasululloh SAW. Pernah tau riwayat beliau minum susu unta, kan?

Oke, jadi tidak apa-apa kan ya makan mie. Hanya saja ya itu. Ampun (jangan) berlebihan saja sih menurutku, karna berlebihan tentu tidak baik, untuk apapun ๐Ÿ™‚

ย 

Bumi Kota Berirama, penghujung Syaโ€™ban 1436 H,

-Nunnalita

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

11 tanggapan untuk “Me and Mie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s