Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Kamu Hebat

Anak-anak itu.. kita tidak pernah tahu hari berat apa yang telah mereka lalui. Hingga saat dunia memberitahumu melalui seseorang, apakah matamu juga akan basah seperti yang terjadi pada diriku?

Sore itu, aku bertemu dengannya. Tidak ada yang aneh kecuali ia sedikit lesu. Hingga satu setengah jam berlalu, ia pun pulang dan aku tidak mengingat ada yang perlu dikhawatirkan dengan sikapnya padaku. Semua berjalan biasa saja.

Hingga suatu hari, dalam pesan-pesan panjang melalui telepon genggam antara aku dan Ibunya, tulisan ini bermula.

Sore itu adalah sore pertama sejak hari berat baginya. Dituduh mencuri, bagaimana menurutmu? Kukira, tidak satupun mau mengalaminya, tapi keadaan pahit ini justru terjadi pada ia yang berusia dua belas tahun.

Handphone dan musholla. Ia dituduh mencuri handphone temannya di musholla tempat ia biasa mengaji al Qur’an. Innalillahi.. mungkinkah seseorang mencuri di tempat ibadah? Apakah ia sedang menantang Tuhan secara langsung? Yang benar saja.

Siapa yang menuduh? Apakah temannya? Jika iya maka ini hanyalah kisah kesalahpahaman antar teman sebaya biasa, aku tidak akan menulis seperti ini. Sayangnya, yang menuduh ialah orang dewasa. Ibu dari anak yang kehilangan handphone. Baikkah menuduh tanpa bukti? Mengapa hanya ia yang dituduh? Bukankah banyak anak mengaji saat itu?!

Berderet pertanyaan itu muncul di sela-sela pesan-pesan panjang kami. Saat itu aku marah, mengetahui seseorang yang telah lebih dulu dewasa menuduh tanpa bukti anak kecil, aku marah. Tetapi tidak lagi di detik berikutnya. Mataku basah. Saat aku membaca bahwa ia tidak melampaui batas membalas tuduhan itu, penjagaan mataku runtuh.

Ia pulang setelah mengatakan berani disumpah tidak melakukannya. Ia pulang dan melampiaskan segalanya di rumah. Di hadapan Ibunya. Berteriak dan memukul-mukul tembok, ia menangis. Jika seorang anak laki-laki sampai menangis, bukankah itu berarti hatinya benar-benar terluka? Kudengar mereka tidak mudah menangis untuk hal-hal sepele?

Kasian sekali. Hari itu, apakah sangat berat melaluinya, Nak? Cukup, aku tidak mau berlama-lama menangisimu. Aku ingin memikirkan sesuatu yang bisa menghibur Ibumu. Tidak banyak hal yang bisa kupikirkan, kusampaikan Ibu tidak boleh lupa bahwa ia melampiaskan kemarahannya di rumah. Di depan Ibu, bukan Ibu temannya, Ibu tidak boleh lupa.

Kenyataan bahwa ia masih bisa menjaga sikapnya di luar, meski sangat buruk di hadapan Ibunya, bagiku itu yang terpenting. Nak, lega sekali rasanya bisa memikirkan poinmu ini. Kamu justru membuatku bangga dengan cerita pahit ini.

Hingga saat handphone itu ditemukan di musholla saat kamu berlatih taekwondo, dunia pun tahu bahwa tidak ada pencuri sore itu, kan? Bahkan meski jika ada yang sempat ingin mencuri, mengetahui bahwa handphone itu tergeletak di musholla, kamu tidak perlu bersumpah apa-apa. Aku senang sekali membacanya. Tapi Ibu, mengapa aku masih kecewa mendengar ia tidak meminta maaf kepada putramu. Hanya mengatakan kepada suamimu saat mengklarifikasi dengan datang ke rumahnya, apakah itu cukup baginya?

Anak itu, apa yang akan dibenaknya jika tidak dimintai maaf? Ah ya, pasti pemahaman baik yang ia simpulkan. Bahwa meski seseorang tidak mengatakannya, kamu bisa memilih memaafkannya, kan?

Anak-anak itu.. kita tidak pernah tahu hari berat apa yang telah mereka lalui jadi, yang perlu kita lakukan adalah menyambut mereka dengan senyum, senyum, dan senyum. Peluk sayangku pada semua anak Ibu yang tangguh hatinya. Semoga beruntung, Nak! 🙂

Bumi Batas Kota, 2 Rajab 1436 H

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

2 tanggapan untuk “Kamu Hebat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s