Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Bolehkah Memakai Kain Sutra dan Semisutra (?)

Adakalanya hati ini bahagia ketika pertanyaan yang dimilikinya terjawab tanpa perlu bertanya. Seringkali pertanyaan-pertanyaan itu bahkan teramat sederhana, seputar kegiatan hidupku sehari-hari. Maka pertanyaan itu pun menjadi awal sebuah pencarian hati tentang apa yang sebaiknya dilakukan, bagaimana seharusnya, dan bagaimana tuntunannya.

Kini, sepertinya hati kian dimanja untuk menjemput jawaban dengan mudah. Ialah mesin pencari atau search engine yang kian hari semakin komplit memetakan denah rumah-rumah tulisan yang bisa dikunjungi silently. Tanpa perlu khawatir ditertawakan atas pertanyaan yang dimiliki.

Beruntunglah ia yang terlebih dahulu tahu mengenai siapa penulisnya, latar belakang keilmuannya, siapa guru besarnya, sehingga kita nyaman untuk membaca karyanya. Tetapi sungguh, seperti sebuah nasehat bahwa nasehat itu lebih dari sekedar dari siapa yang menyampaikan, tetapi apa yang disampaikan, maka tidak ada yang salah dari membaca, tulisan beranonim sekalipun. Asal membaca lebih dari satu rumah, kita bisa menarik simpulan-simpulan, bahwa ada banyak pemikiran tentang sebuah pertanyaan.

Dari mesin super keren itu, kita bisa mengetuk banyak pintu rumah tulisan. Setidaknya kita juga akan malu karena ternyata telah banyak yang tahu akan jawaban pertanyaan sederhana kita, bahkan telah banyak yang mau untuk menulisnya. Aku pun malu jika enggan untuk mencari tahu kemudian mau menulisnya.

oOo

Catatan ini bermula dari pertanyaan, ‘Bolehkah seorang muslim (laki-laki) memakai baju yang terbuat dari kain sutra dan semisutra?’. Sebuah pertanyaan yang seketika mengganjal di hati ketika akan menggelar lapak baju online-ku di Nunna Lita online shop, apakah jika aku menjualnya hanya akan mempersulitku kelak? Naudzubillah, jadilah aku harus tahu dulu.

Dulu, ketika ngangsu kawruh di UIN Suka, sangat mudah bertemu secara langsung dengan teman-teman yang lebih dalam pengetahuan agamanya. Kini, setelah berpisah dengan koloni, agaknya mesin pencari super keren itu memikat hati untuk dibuka.

Ada banyak rumah yang bisa dikunjungi. Tidak akan kucantumkan karena bisa di-search sendiri, kan #hehe 😀

Setelah searching, hati masih ragu. Memanglah benar, mengaji itu sebaiknya bertemu gurunya langsung. Guru manusia. Siapa yang bisa kuhubungi? Hari itu, satu hal yang menjadi syukurku hari ini adalah tentang manfaat sosmed. Aku masih bisa menghubungi teman kampusku, lebih tepatnya kakak senior yang lahir dan besar di keluarga pondok pesantren.

Pertanyaanku pun bertemu dengan tuannya. Surprising, bahkan pertanyaan ini dijawab oleh Abahnya yang Kyai pondok tersebut. Jazakumulloh khoiron 🙂

oOo

Berikut adalah jawaban dari beliau,

Tidak ada ayat Alquran yang jelas bahkan samar sekalipun yang melarang pria memakai emas atau sutra. Benar, ada hadits yang melarangnya, tetapi para ulama berbeda pendapat dalam memahami maksud larangan itu.

Itu untuk yang murni, tapi untuk yang sutra sintesis (gak murni) gpp.

Ini ada riwayat: Kalau melalui Sayyidina ‘Ali ra, kita mendapat informasi bahwa Rasul saw melarang pria muslim memakai sutra dan emas, melalui beliau juga kita memperoleh keterangan bahwa Rasul saw melarang memakai aqsiah (sejenis pakaian Mesir yang dibuat dari sutra), bercincin emas, dan membaca ayat Alquran ketika ruku’ dan sujud, tetapi Sayyidina ‘Ali melanjutkan, ”Aku tidak berkata bahwa kamu sekalian dilarang,” yakni yang dilarang hanya orang-orang tertentu.

Demikian akhirnya dengan hamdalah dan basmalah, aku pede memasang foto pakaian semisutera di lapakku 😀 Bagaimana usaha sambilan ini justru membuatku belajar, aku bersyukur. Betapa dunia ini luas dengan membaca dan berteman dengan siapa saja, aku bersemangat.

#Semoga bermanfaat 🙂

 -Nunna Lita, 4 Ramadhan 1435H

cc:

dek Arif yang sudah request catatan ini, kakak senior Pendidikan Fisika beserta Kyai Pondok Pesantren Al Fattah Kikil Pacitan, terimakasih 🙂

 

 

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

8 tanggapan untuk “Bolehkah Memakai Kain Sutra dan Semisutra (?)

  1. salut banget. mean masih `takud` atas segala sesuatu jika bertentangan dgn syariah. malu bertanya sesat di jalan. sukses yah lapaknya. sy jg punya sambilan offline shop

    1. sip2, aamiin aamiin, semoga usaha kita berbarokah ya mbak, aamiin 🙂
      aku punya mimpi punya offline shop juga ni, agaknya butuh banyak modal daripada online shop, hhi, semangat2 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s