Diposkan pada Uncategorized

Liku Hidup: Catatan Selasih Nasehat

“Jalan hidup tidak selalu mulus, kadang bertemu lubang, kerikil tajam, jurang, tanah lempung, atau pasir hisap tetapi, sungguh tidak mengapa bila kita lewati menggunakan helikopter.” (Nunna Lita, 2013)

Yap, begitulah inti nasehat dari seorang kakak sepupu ipar tentang liku hidup. Nasehat yang cukup konyol untuk diingat-ingat oleh orang konyol ini, kini kucoba untuk menghadirkannya kembali menggunakan kata-kataku sendiri untuk siapa saja yang berkesempatan membaca catatan diri ini.

Aku bersyukur kakak perempuanku berjodoh dengan ipar seperti dia. Seorang enterpreneur sejati dalam pandanganku karena pernah pada satu kesempatan aku bertanya tentang pekerjaan iparku pada kakak sepupuku maka, jawaban menarik yang kini terngiang hebat dibenakku dan hendak kutiru adalah karena jawabnya: “Kita cuma pengumpul recehan kok!”. Subhanalloh.. Dua jempol untuk siratan nasehat unik kalian!

Berbekal nasehat ini, jika orang boleh mendramakan perjalanan hidup menjadi sedemikian mengerikan maka, kita pun boleh kan menyikapinya dengan sederhana saja?

Sesederhana nasehat seorang guru untuk:

“Berdoalah untuk yang terbaik dan bersiaplah untuk yang terburuk!”

Duhai.. hidup terlalu sederhana untuk disyairkan rumit. Hidup juga terlalu indah untuk selalu diratapi atau justru terlalu melenakan ketika selalu dituruti?

Satu yang pasti, hidup terlalu syahdu seperti sebuah lagu favoritku berikut ini:

Yang Kusebut Sayang – Letto

Sebelum ku terpejam
Lampu tampak temaram
Kerinduan yang datang
Usik jiwa yang tenang

Hidup terlalu singkat untuk tak berbuat
Hidup terlalu indah untuk tak berubah

Mataku pun terbuka
Dan jiwa pun bicara

Hidup terlalu singkat untuk tak berbuat
Tanpamu ku tersendat ku harus berbuat

Yang kusebut sayang kau tak menghilang
Ketika sedang sepi

Yang kusebut sayang mengisi raung
Hati yang sedang sunyi

Kerinduan yang datang
Susah tuk dielakkan

Hidup terlalu singkat untuk tak berbuat
Tanpamu ku tersendat ku harus berbuat

Yang kusebut sayang kau tak menghilang
Ketika sedang sepi

Yang kusebut sayang mengisi raung
Hati yang sedang sunyi

Yang kusebut sayang kau tak menghilang
Ketika sedang sepi

Yang kusebut sayang mengisi raung
Hati yang sedang sunyi

Hidup adalah bagaimana hati menikmati. Hidup, karna setiap jiwa yang hidup telah dianugerahi kebebasan untuk memaknai arti hidupnya masing-masing maka, jika bisa dimaknai sederhana, mengapa harus dibuat rumit?

#salam syukur dan semangat 🙂

Nunna Lita,

Syafar 1435 H

Gambar

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

9 tanggapan untuk “Liku Hidup: Catatan Selasih Nasehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s