Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Habis Lulus Kuliah Mau Ngapaiiiiin (?)

Pertanyaan klasik.ย  Selalu muncul di berbagai kesempatan. Lalu tidak bisa menjawab? Aneh kan! Padahal pilihannya begitu sederhana. Hanya dua. Menjadi bos sejati atau kuli sejati. Pilihan pertama inilah yang menjadi favoritku sehingga selalu kuulang-ulang dan kuyakinkan setiap hari. Terlepas dari pertanyaan bodoh yang jika itu sulit dijawab maka, aku punya cerita yang sangat keterlaluan aneh untuk dilogika dengan baik sepanjang aku mulai memikirkannya sampai detik ini.

Dua keluarga, harmonis,bahagia, dan masing-masing memiliki anak yang sudah dewasa. Anak dari keluarga pertama adalah keluarga pegawai negeri tetapi ketika ditanya habis lulus kuliah mau ngapain? Jawabnya adalah tidak mau menjadi pegawai negeri sedangkan, anak keluarga ke-dua adalah dari keluarga pegawai swasta, eh justru getol banget pingin jadi PNS!!! Dunia..

Jika tidak aneh bukan dunia namanya dan satu diantara anak itu adalah: aku. Meski tidak segetol kesan getol yang kutuliskan, benar kalau aku punya keinginan buat jadi PNS. Buruh pemerintah. Keinginan itu muncul setelah melihat background keluarga PNS yang sepertinya memiliki alur kehidupan yang tenang, sama sekali tidak bergejolak. Selalu mengalir seperti itu-itu saja, mulus sekali. Sedangkan aku, dibesarkan dalam keluarga pegawai swasta tentu membuatku seperti sedang berselancar di arus kehidupan kami yang bisa dibilang sangat menantang. Naik-turun-naik, sungguh tidak ada yang menjamin kehidupan kami akan menjadi seperti apa kecuali-Nya.

Yap, kini mari melangkah menuju judul utama: Habis Lulus Kuliah Mau Ngapaiiiiin (?) Pertanyaan yang rasa-rasanya pelik untuk dijawab. Tetapi katakan: tidak bagiku! Tentu karna pilihan telah disederhanakan menjadi dua seperti kusebut di paragraf pertama.

Pilihanku adalah menjadi bos sejati. Pemilik usaha dengan para pekerja. Sangat menarik bagiku. Membantu orang menjaga kepulan dapur mereka, rasanya begitu mulia karena aku bisa menjadi the Real Superhero melalui pilihan ini, yeah.

Usaha -> Pengusaha -> Butuh modal -> Uang -> Mainset kuno. Iya sih ada pepatah Jawa bilang: ‘Jer basuki mawa bea’ (Untuk memperoleh keselamatan/kesejahteraan membutuhkan biaya). Tetapi ingatlah, kita telah diberi-Nya modal gratis yang begitu luar biasa besarnya. Ialah mata, telinga, mulut, tangan, kaki, jantung, dan setiap anggota yang melekat menjadi kita. Sudah berapa digit angka saja jika dinominalkan telah menjadi modal gratis dari Alloh SWT? Mengingat ini bertasbihlah dulu yukk mari, Subhanalloh ๐Ÿ™‚

Bukan uang yang menjadi modal utama, tetapi niat tetapi semangat. Sok tahu banget ya aku ni? Mau bagaimana lagi, aku sudah membuktikannya. Benar bahwa ‘Aku adalah prasangka Hambaku’ dan ‘Kata-kata adalah do’a’. Benar, teman. Hukum ini sungguh bekerja. Buktikan saja! Setiap niat, setiap semangat selalu diberikan banyak jalan,ย Insya Alloh.

Kabar baik selanjutnya yang ingin kubagikan adalah modal terpenting berikutnya, yaitu menjadi ramah. Modal yang selanjutnya kusebut jurus sejati inilah yang harus terus-menerus dijaga. Menjadi ramah seramah-ramahnya tentu, bukan ramah dibuat-buat ramah. Berbeda. Ramah seramah-ramahnya membuat orang betah berinteraksi sedangkan, dibuat-buat memenatkan hati.

Lalu mengapa memilih menjadi bos sejati-sebuah nama lain dari pengangguran banyak usaha alias pengusaha? Satu yang menjadi alasan terbesarku yaitu teladan kekasih Alloh, Baginda Rasululloh SAW. Beliau juga seorang pengusaha. Seorang pedagang berjuluk al-Amin buah atas kejujuran yang selalu diteguhkan setiap melakukan ijab-qabul.

Ngaji dulu, yukk! Berikut ada beberapa hadits mengenai berdagang dan bekerja secara halal, disimak sama-sama ya! ๐Ÿ™‚

1.Dari Al-Miqdam radhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ู…ูŽุง ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุทูŽุนูŽุงู…ู‹ุง ู‚ูŽุทู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู†ูŽุจูู‰ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ โ€“ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู โ€“ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู

โ€œTidaklah seseorang mengkonsumsi makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan dari jerih payah tangannya sendiri. Dan sesungguhnya nabi Daud โ€˜alaihissalam dahulu senantiasa makan dari jerih payahnya sendiri.โ€ (HR. Bukhari, Kitab al-Buyuโ€™, Bab Kasbir Rojuli wa โ€˜Amalihi Biyadihi II/730 no.2072).

2.Dan di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ู…ุง ูƒุณุจ ุงู„ุฑุฌู„ ูƒุณุจุงู‹ ุฃุทูŠุจ ู…ู† ุนู…ู„ ูŠุฏู‡ุŒ ูˆู…ุง ุฃู†ูู‚ ุงู„ุฑุฌู„ ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ ูˆุฃู‡ู„ู‡ ูˆูˆู„ุฏู‡ ูˆุฎุงุฏู…ู‡ ูู‡ูˆ ุตุฏู‚ุฉ

โ€œTidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.โ€ (HR. Ibnu Majah di dalam As-Sunan, Kitab At-Tijaroot Bab Al-Hatstsu โ€˜Ala Al-Makasibi, no.2129. al-Kanani berkata, โ€˜Sanadnya Hasanโ€™, Lihat Mishbah Az-Zujajah III/5).

ย 

3.Dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ุงู„ุชุงุฌุฑ ุงู„ุตุฏูˆู‚ ุงู„ุฃู…ูŠู† ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก

โ€œPedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.โ€ (HR. Tirmidzi, Kitab Al-Buyuโ€™ Bab Ma Ja-a Fit Tijaroti no. 1130)

ย 

4. Dari Muโ€™adz bin Jabal radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ุฅู† ุฃุทูŠุจ ุงู„ูƒุณุจ ูƒุณุจ ุงู„ุชุฌุงุฑ ุงู„ุฐูŠ ุฅุฐุง ุญุฏุซูˆุง ู„ู… ูŠูƒุฐุจูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ุงุฆุชู…ู†ูˆุง ู„ู… ูŠุฎูˆู†ูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ูˆุนุฏูˆุง ู„ู… ูŠุฎู„ููˆุง ูˆ ุฅุฐุง ุงุดุชุฑูˆุง ู„ู… ูŠุฐู…ูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ุจุงุนูˆุง ู„ู… ูŠุทุฑูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ู… ู„ู… ูŠู…ุทู„ูˆุง ูˆ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู„ู‡ู… ู„ู… ูŠุนุณุฑูˆุง).

โ€œSesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.โ€ (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syuโ€™abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).

ย 

5. Dari Rafiโ€™ bin Khadij radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, โ€œPenghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?โ€ Beliau jawab:

ุนู…ู„ ุงู„ุฑุฌู„ ุจูŠุฏู‡ ูˆูƒู„ ุจูŠุน ู…ุจุฑูˆุฑ

โ€œPenghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.โ€ (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)

(Sumber Hadits: http://abufawaz.wordpress.com/2012/04/10/hadits-hadits-shohih-tentang-keutamaan-perniagaan-dan-pengusaha-muslim/)

Kini, keinginanku menjadi PNS sepertinya telah terkikis. Aku yang sekarang lebih bermimpi menjadi pengusaha sukses. Bermula dari memang napas keluarga Bapak yang lebih memilih sukses berwirausaha meski Mbah Kakung adalah pensiunan Depdikbud dan keluarga Ibu juga hanya 2 (dua) dari 6 (enam) yang menjadi anggota KORPRI maka, bagaimana aku adalah bagaimana Ibu Bapakku, darah wirausahawan rasanya mengalir di diriku meski menjadi pengusaha bukanlah bakat tetapi azzam (keinginan kuat).

Aku ingin menjadi bos sejati. Posisi yang kelak membuatku bisa berlibur lebih banyak daripada kuli, bermanfaat lebih besar daripada karyawan. Keinginan menjadi pengusaha ini mulai tersulut saat menikmati kuliah S-I di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Belajar di kampus Putih ini membuatku memahami banyak hal. Terlebih ketika kondisi keuangan keluarga sedang surut saat itu membuatku berpikir untuk mencoba kuat berdiri di atas kakiku sendiri. Bagaimanapun caranya, saat itu aku hanya berpikir kesempatan apa yang bisa kulakukan selama masa-masa menjadi mahasiswa yang alhamdulillah telah dicukupkan oleh-Nya di wisuda ceria beberapa hari yang lalu di Desember ini.

Berdagang di kampus itu keren, man! Pernyataan ini mengingatkanku pada seorang adik tingkat yang mau membawa termos es berisi es lilin jus jambu dan sirsak yang ia buat sendiri di asramanya. Salut karena dia lelaki, semoga sukses dan mari kita sejenak bertasbih kembali memuji-Nya:ย Subhanalloh.

Berbeda dengan peluang bisnis yang baik dibaca oleh adik tingkatku, aku memulai jalanku dengan berjualan pulsa. Hasil yang didapat bukan uang melainkan aku bisa memenuhi kebutuhan pulsaku sendiri tanpa merogoh isi dompet. Sementara bisnis pulsa berjalan biasa-biasa saja, aku bertekad mencoba berjualan cemilan. Ide ini muncul ketika seorang teman kost membawa keripik bayam hasil bisnis rumahan dari kerabatnya. Enak. Rasa keripik bayam yang waktu itu belum banyak dipasaran membuatku tertarik untuk membungkusnya kecil-kecil dan menjualnya di kelas.

Bisnis keripik bayam mendapat sambutan baik dari teman-teman. Mengingat fakultas kami (Sains dan Teknologi) tidak memiliki kantin maka, keripik bayamku menjadi sangat menggoda. Hm.. jadi rindu sama keripik bayam, hihihi ๐Ÿ˜€

Beberapa masukan kudapat dari berjualan keripik bayamku. Keripik yang berminyak membuat teman-teman haus setelah mereka menghabiskan isi bungkusan yang dibeli. Kesempatan untuk berjualan minuman pun terlihat menguntungkan. Tetapi saat itu aku belum cukup pede untuk menenteng kardus minuman kemasan ke kampus. Sungguh sayang sekali.

Bisnis keripik bayam berhenti tanpa alasan yang benar-benar bisa dibenarkan. Di samping tugas dan kegiatan yang mulai menumpuk, laba yang didapat sungguh sangat kecil. Maka sejak saat itu aku hanya berbisnis pulsa sampai aku tertarik dengan peluang bisnis baru. Bisnis pewangi laundry yang sedang booming di masanya. Tanpa pikir panjang aku membeli beberapa botol kecil sebagai wadah sampel. Wangi lily, lavender, apel, strawberry, hingga bubble gum adalah contoh sampel yang sejak saat itu selalu ada di dalam tas kuliah.

Jiwa konsumerisme teman-teman yang notabene telah menjadi imej orang Indonesia membuat daganganku rutin mereka beli. Hingga kabar baik selanjutnya datang ketika aku mencoba menawarkan daganganku untuk dijajakan oleh seorang teman SMA yang berkuliah di kota kelahiran yaitu di Universitas Muhammadiyah Purworejo/UMP. Selalu ada hasil dari sebuah kegigihan. Entah itu kabar baik atau kabar penempa semangat. Bisnis pewangi laundry-ku merambah ke teman-teman arisan RT/RW Ibu. Alhamdulillah.

Kabar baik terus mengalir hingga usahaku ini mulai enggan kulakukan terbentur masa KKN dan PLP. Sibuk membuatku jarang mudik berbanding lurus dengan perasaan ngelu karena mengecewakan pelanggan. Perasaan yang harus segera disudahi maka, usahaku kini hanya menyisakan botol-botol dan derigen bekas di gudang rumah.

Sementara usaha pulsa masih merayap santai, aku mulai memikirkan ide keren selanjutnya. Saat itu tiba masanya teman-teman yang terampil menjahit menjadi gemar membuat bros dari kain flanel dan perca. Karena aku tidak cukup tekun menjahit maka, aku mengajak seorang teman untuk bermitra denganku. Jadilah aku distributor bros kecil-kecilan. Lapakku lebih besar di kota kelahiran karena di kelas sudah ada seorang teman lain yang juga menjajakan dagangan yang sama.

Lagi-lagi bisnis baruku ini berhenti di tengah jalan. Membuat bros memakan banyak waktu sehingga ketika produsen tidak berproduksi, distributor cuma bisa gigit jari, hahaha ๐Ÿ˜€

Kegagalan berbisnis secara bertubi-tubi ini membuatku berpikir apakah aku tidak berbakat menjadi pengusaha? Ah.. aku mengutuki diriku sendiri. Saat-saat itu aku berpikir aku benar-benar membutuhkan waktu untuk beristirahat dari sepak terjangku menjadi pebisnis amatiran dan memilih fokus mengejar lulus Agustus 2013 yang bisa kucapai di Desember ini. Hanya pantas bersyukur, bersyukur dan bersyukur.

Kini, aku telah lupa sedihnya gagal berbisnis. Pola pikirku sudah kembali sehat. Saatnya beraksi menjawab pertanyaan galau: Habis Lulus Kuliah Mau Ngapaiiiiin (?) dengan menjawabnya aku mau menjadi pengangguran banyak usaha saja. Hwaiting!

Dan akhirnya, kini aku sedang merintis bimbelku di kota kelahiran. NAJMI, nama bimbelku. Kugeluti bersama teman SMA yang alumni UMP sehingga harapanku ia lebih hafal medan kota ini.

I am an owner. Suatu kebanggaan kecil menjadi bos sejati. Semoga berkah, kuharap doa teman-teman yang membaca coretanku ini, aamiin.

Hanya berpaku pada satu usaha sepertinya aku tidak bisa. Saat itulah aku memikirkan usaha-usaha sampingan yang bisa kulakukan sembari masih mengajar les private juga di Jogja. Berbekal mainset ‘Ada niat banyak jalan’, kini aku sudah cukup menang atas pertanyaan galau: Habis Lulus Kuliah Mau Ngapaiiiiin (?). Usaha sampinganku kini adalah menjadi co-asst. Assistance Supervisor DEWATS-LPTP. Medan kerja freelance yang cukup menantang bagi lulusan pendidikan untuk mengerjakan dokumen lulusan teknik sipil ๐Ÿ˜€

Selain ber-freelancer, aku telah memulai dengan basmalah untuk menekuni bisnis online-ku menjajakan baju muslimah dan mukena. Jika teman-teman ingin tahu lebih lanjut bisa mampir di lapakku: https://www.facebook.com/nunnalita ๐Ÿ™‚

Di penghujung coretanku ini, kelak akan menjadi apa aku maka, saat dibawa serta suami pun, berwirausaha menjadi pilihan yang baik untuk membantunya memenuhi kebutuhan keluarga. Aku Nunna Lita menghaturkan salam syukur dan semangat. Semoga harimu selalu menyenangkan ๐Ÿ™‚

#Hidup pengusaha!

Nunna Lita

Syafar, 1435 H

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

28 tanggapan untuk “Habis Lulus Kuliah Mau Ngapaiiiiin (?)

  1. wah langsung jadi pengusaha krupuk bayam ya kak? sip sip
    moga2 laris manis dagangannya ๐Ÿ˜€
    kalau aku (rencananya) sih ikut orang dulu, buat ngumpulin modal dan nambah pengalaman
    terus baru buat usaha sendiri ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s