Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^, Uncategorized

in Memoriam.. Omi-ku.. Sahabat-ku..

Omi-ku.. Apa kabarmu sekarang? Ada dimana? Dimiliki siapa?
Aku, sahabatmu ini sedang kangen dan hanya bisa membuat tulisan ini untuk mengingat kebersamaan kita..

Omi-ku.. Setiap jalan yang kau lalui bersamaku, apakah kau bahagia? Apa kamu menikmatinya? Setiap jalan berkubang yang takterelakkan, atau gundukan yang memacu adrenalin, maka setiap itu aku elus kepalamu dan berkata, “Maafkan aku Omi, im so sorry!” Apa kau mengingatnya?

Omi-ku.. Bagiku kamu adalah sahabat lebih dari sekedar tunggangan berjuluk kuda besi seperti yang dikatakan orang-orang. Kamulah yang telah mempercepat langkahku, memendekkan jarak antara dua kota untukku menjadi satu setengah jam, berpanashujan-hujanan denganku, sampai berkali-kali mogok di jalan..

Omi-ku.. Mengingat itu aku minta maaf. Benar-benar minta maaf. Berapa kali mogok di jalan, sesakitapapun mengingatnya, mari kita kenang lagi..

Omi-ku.. Mentari hampir menghilang dari peredaran mata memandang saat itu. Bumi Sentolo menjadi saksi atas kesakitanmu. Beruntung kamu mogok di dekat keramaian. Beberapa pemuda membantumu menuju rumah seorang warga yang cukup jauh dari jalan raya. Kau tahu perassaanku saat itu Omi? Aku ketakutan. Satu karena Magrib sudah menjelang. Dua karena aku melanggar nasehat Ibu untuk tidak pulang lebih dari jam empat sore. Tiga karena orang yang menolongku berpenampilan sangar sampai aku menyadari bahwa menilai seseorang tiak setipis kulit ari atau karna rambut gondrong untuk menyimpulkan sesuatu. Empat karna aku terpaksa meninggalkanmu sendiri di tempat asing karna kondisi kritismu, dan lima karena aku diantar pemuda itu menunggu bus yang takkunjung datang dalam posisi hp low-bat. Aku minta maaf..

Omi-ku.. Hari itu, di Bumi yang sama kamu ngambek lagi. Horor mengingatnya. Kejadian yang membuatku sampai sekarang membaca alfatihah setiap melewatinya. Dan lagi-lagi aku harus meninggalkanmu di tempat asing. V-belt mu remuk, aku malu mengingatnya. Aku memang takpaham otomotif, tapi aku hanya diam merasakan keganjilan menaikimu saat itu. Aku minta maaf..

Omi-ku.. Kulit kakimu robek di Jalan Wates itu aku benar-benar minta maaf. Salahku karna pulang sebelum shalat. Aku minta maaf..

Omi-ku.. Kulit kakimu robek lagi. Kawat sebesar itu saat dalam perjalanan menuju Goa Sri Gethuk bersama teman-teman KKN, maaf karna tak menghindarinya..

Omi-ku,, untuk setang yang bengkok dan lecet-lecet di badanmu saat lututku mencium aspal baru di perbatasan Jateng-DIY aku minta maaf. Salahku karna aku pulang memakai rok, lebih dari jam empat sore (lagi) bersama sahabat kentalku jaman SMA. Aku minta maaf..

Omi-ku.. Terlepas dari kenangan sendu bersamamu, aku hanya ingin selalu berterimakasih. Bersama syukurku kepada-Nya, kuucapkan terimakasih untuk menemaniku touring bersama Ibu sampai Wonogiri kota sukses..

Omi-ku.. Untuk menemaniku menimba ilmu. Menemaniku bertemu murid-muridku, sungguh kuhaturkan terimakasih πŸ™‚

Omi-ku.. Untuk menemaniku silaturrahim ke rumah keduaku di Jogja di Warung Makan Fortuna di Jalan Tasura 44 Pugeran Depok Maguwoharjo bersama keluarga Oom dan Bulik yang telah menampungku saat kontrakan habis sewa, terimakasih πŸ™‚
Semoga rumah keduaku itu menjadi berkah karena merawat anak di penghujung kuliahnya, aamiin..
selalu laris manis πŸ™‚

Menerima catering snack, nasi box, dan nasi tumpeng. Hub. 081578152929 :)
Menerima catering snack, nasi box, dan nasi tumpeng. Hub. 081578152929 πŸ™‚
@ WMFortuna, Jalan Tasura 44 Pugeran Depok Maguwoharjo
@ WMFortuna, Jalan Tasura 44 Pugeran Depok Maguwoharjo
Semoga berkah,,selalu ramai pelanggan :)
Semoga berkah,,selalu ramai pelanggan πŸ™‚

Omi-ku.. Untuk kebersamaan saat hunting durian bareng si adik bungsu dan teman-teman Pendidikan Fisika Uin Suka angkatan 2009 juga teman dosen sangat memorable. Terimakasih sayang πŸ™‚

@Purworejo city,,rajanya kota durian!
@Purworejo city,,rajanya kota durian!

Omi-ku.. Untuk sering terlihat bersih. Terlihat elegan dan kinclong. Terimakasih cantik πŸ™‚

apapun merknya yang penting bersih bro! :)
apapun merknya yang penting bersih bro! πŸ™‚

Omi-ku..Di penghujung tulisan ini, lagi-lagi aku harus minta maaf karena pada akhirnya aku harus melepasmu pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan. Engkau diantar Ayah saat aku masih di Jogja. Maaf karena aku memilih tidak melihatmu saat kamu pergi. Antara sayang dan tidak punya hati untuk membencimu karena sering sakit-sakitan seiring umurmu, semoga ini adalah keputusan terbaik bagi kita πŸ™‚

Omi-ku.. Doaku semoga kini kau telah dimiliki oleh sahabat yang lebih baik segalanya dariku. Untuk menjadi bagian dalam perjalananku, aku ingin kenangan ini berakhir manis dengan ucapan terimakasihku.

Ku harap Alloh menjagamu karna kebaikanmu padaku.Selamat jalan Omi-ku.. Sahabatku..Terimakasih πŸ™‚

#Ditulis di bawah atap surga Ibu dan Ayah tanggal 20 Muharram 1435h, ketika diri berteman sepi sendirian jaga rumah demi Ibu sedang mengaji, Bapak lembur, dan adik menggowes sepeda gunungnya πŸ™‚

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

2 tanggapan untuk “in Memoriam.. Omi-ku.. Sahabat-ku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s