Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Tuhanku

Munajat ialah ungkapan terdalam dari hati seorang hamba untuk mengadukan masalah yang dihadapi dan memohon agar Tuhannya mengabulkannya. Pada saat bermunajat posisi Tuhan adalah sebagai kekasih. Munajat bersama doa dan rintihan memanggil Tuhan adalah nyawa kepada kehidupan, baik dalam suka, duka, indah, maupun gundah hanyalah kepada Allah Ta’ala tempat kita menadah. Dia Yang Maha Penyayang (Ar Rahman) dan Yang Maha Pengasih (Ar Rahiim), karena kasih sayangnya pada orang-orang mukmin, maka sudah sewajarnya apabila kita mengadukan kepada-Nya. Bukankan Allah sangat menyukai rintihan kerinduan kepada-Nya dan jeritan penyesalan atas dosa-dosa yang pernah kita lakukan?

Berikut ini adalah beberapa munajat dan doa, semoga bermanfaat ^_^

  • Tuhanku, akulah hamba yang fakir dalam kekayaanku. Maka bagaimana aku tidak merasa fakir dalam kefakiranku..
  • Tuhanku, akulah hamba yang bodoh dalam ilmu pengetahuanku. Maka, bagaimana aku tidak lebih bodoh dalam kebodohanku..
  • Tuhanku, sesungguhnya perubahan aturan-Mu dan kecepatan tibanya takdir-Mu keduanya telah menahan hamba-hamba-Mu yang arif untuk merasa puas pada pemberian-Mu dan putus asa dalam ujian-Mu..
  • Tuhanku, dari apa yang layak dengan kehinaanku dan dari-Mu apa yang layak dengan kemuliaan-Mu..
  • Tuhanku, Engkau telah menyebut diri-Mu dengan sifat kelembutan dan belas kasih kepadaku sejak sebelum adanya kelemahanku, apakah kini Engkau menolak diriku dari kedua sifat-Mu itu sesudah adanya kelemahanku..
  • Tuhanku, jika timbul kebaikan-kebaikan dariku, itu semata-mata karena kurnia-Mu, dan Engkau berhak menuntutku. Dan jika terjadi kejahatan-kejahatan dariku, itu semata-mata karena keadilan-Mu, dan Engkau berhak menuntut aku..
  • Tuhanku, bagaimana Engkau mewakilkan padaku untuk mengurusi diriku, padahal Engkau telah menjamin aku. Dan bagaimana aku akan hina padahal Engkau penolongku. Atau bagaimana aku akan kecewa padahal Engkau yang mengasihiku..
  • Inilah aku yang mendekat kepada-Mu dengan perantaraan kefakiranku kepada-Mu. Bagaimana aku akan dapat berperantara kepada-Mu dengan sesuatu yang mustahil akan dapat sampai kepada-Mu. Atau bagaimana aku akan mengadukan keadaanku kepada-Mu padahal ia tidak tersembunyi bagi-Mu. Atau bagaimana aku akan menjelaskan kata-kataku kepada-Mu padahal ia dari-Mu dan kembali kepada-Mu. Atau bagaimana akan kecewa harapanku padahal ia telah datang menghadap kepada-Mu. Atau bagaimana tidak akan menjadi baik keadaanku, sedang ia berasal dari-Mu dan kembali kepada-Mu..
  • Tuhanku, alangkah besar lunak-Mu kepada diriku, padahal aku sangat bodoh. Dan alangkah besar rahmat-Mu kepadaku, padahal sangat buruk perbuatanku..
  • Tuhanku, alangkah dekat-Mu dariku dan alangkah jauhku dari-Mu..
  • Tuhanku, alangkah kasih-Mu kepadaku, maka apa yang telah menutupi aku dari-Mu..
  • Tuhanku, aku telah mengerti dengan perubahan-perubahan keadaan dan pergantian-pergantian masa bahwa tujuan-Mu dariku adalah untuk memperkenalkan kekuasaan-Mu kepadaku dalam keadaan dan masa sehingga aku tidak lupa kepada-Mu dalam sesuatu apapun..
  • Tuhanku, setiap dosa-dosaku menutup diriku, maka kemurahan-Mu berbicara kepadaku. Dan setiap aku berputus asa untuk mendapatkan rahmat-Mu karena sifat kerendahanku, maka pemberian-pemberian kurnia-Mu membuka harapanku..
  • Tuhanku, orang yang kebaikan-kebaikannya masih banyak kesalahan, maka bagaimana kesalahan-kesalahannya tidak menjadi dosa. Dan orang yang semua ilmunya hanya pengakuan belaka, maka bagaimana pengakuan-pengakuan tidak menjadi palsu belaka..
  • Tuhanku, hukum-Mu yang pasti terjadi dan kehendak-Mu yang memaksa, keduanya tidak memberi kesempatan bagi orang pandai untuk berkata-kata dan bagi orang yang memiliki kesaktian untuk melaksanakan kesaktiannya..
  • Tuhanku, berapa banyak taat yang telah kulakukan dan keadaan yang telah kuperbaiki, tiba-tiba harapanku kepadanya digagalkan oleh keadilan-Mu, bahkan kurnia-Mu telah menggeser aku dari bergantung nasib pada amal perbuatan itu..
  • Tuhanku, Engkau mengetahui meskipun amal perbuatan taatku tidak terus menerus dalam praktik, namun tetap terus perasaan cinta dan niatku pada amal perbuatan itu..
  • Tuhanku, bagaimana aku akan berniat padahal Engkau yang menentukan dan bagaimana aku tidak bersungguh-sungguh mengerjakannya sedang Engkau yang menyuruhnya..
  • Tuhanku, hilir mudikku di alam ini menyebabkan jauhnya perjalanan, maka dekatkanlah aku kepada-Mu dengan suatu amal yang dapat segera menyampaikan aku kepada-Mu..
  • Tuhanku, bagaimana dapat dijadikan dalil untuk menunjukkan kepada-Mu sesuatu yang dalam wujudnya berhajat kepada-Mu. Apakah ada sesuatu yang lebih terang daripada-Mu sehingga membutuhkan dalil yang dapa menunjukkan kepada-Mu. Dan bilakah Engkau jauh sehingga alam ini dapat mendekatkan kepada-Mu..
  • Tuhanku, sungguh buta mata seorang hamba yang tidak dapat melihat pengawasaan-Mu kepadanya. Dan sungguh rugi dagangan seorang hamba yang tidak mendapat bagian rasa cinta kepada-Mu..
  • Tuhanku, Engkau menyuruh aku kembali memperhatikan alam ini, maka kembalikanlah aku kepadanya dengan diliputi oleh selubung cahaya dan petunjuk matahari, sehingga aku dapat kembali kepada-Mu dari alam ini sebagaimana ketika aku masuk kepada-Mu darinya terpelihara hatiku dari gangguannya dan terangkat keinginanku untuk bersandar kepadanya, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu..
  • Tuhanku, inilah kehinaanku yang nyata di depan-Mu dan inilah keadaanku yang tidak tersembunyi bagi-Mu. Dari-Mu aku mohon agar dapat sampai kepada-Mu dan dengan-Mu aku mohon petunjuk kepada-Mu..
  • Tuhanku, ajarkanlah aku dari ilmu-Mu yang masih tersembunyi dan peliharalah aku dengan rahasia nama-Mu yang tetap terpelihara..
  • Tuhanku, berilah aku tingkat hakikat orang-orang yang dekat kepada-Mu dan jalankanlah aku di jalan orang-orang yang tertarik langsung kepada-Mu..
  • Tuhanku, puaskanlah aku dengan aturan-Mu dari aturanku sendiri dan dengan pilihan-Mu untukku dari pilihanku sendiri dan dudukkanlah aku ditempat-tempat kebutuhanku yang sangat mendesak..
  • Tuhanku, keluarkanlah aku dari kehinaan dariku dan bersihkanlah aku dari keraguan dan syirikku sebelum masuk ke liang kuburku. Hanya kepada-Mu aku minta tolong, maka tolonglah aku. Hanya kepada-Mu aku bertawakal, maka jangan memberatkan bebanku. Hanya kepada-Mu aku memohon, maka jangan mengecewakan aku. Pada kurnia-Mu aku berharap, maka jangan menolakku. Kepada-Mu aku mendekat, maka jangan menjauhkanku. Dan di pintu-Mu aku berdiri, maka jangan mengusirku..
  • Tuhanku, Maha Suci keridlaan-Mu akan tergantung pada suatu sebab dari-Mu, maka bagaimana ia akan tergantung pada suatu sebab dariku. Engkau kaya dengan dzat-Mu untuk sampainya suatu kemanfaaan dari diri-Mu sendiri, maka bagaimana Engkau akan mungkin membutuhkan sesuatu dariku..
  • Tuhanku, sesungguhnya qadla’ dan qadar telah mengalahkan aku dan sesungguhnya ikatan hawa nafsu syahwat telah menawan dariku, maka jadilah Engkau ya Allah penolongku, sehingga Engkau menolong aku melawan hawa nafsu syahwat dan menolong sahabat-sahabatku dari musuh-musuh mereka. Dan kayakanlah aku dengan kurnia-Mu sehingga aku merasa kaya dengan Engkau dari permintaan..
  • Engkau, ya Allah, yang menerbitkan nur di dalam hati wali-Mu, sehingga mereka mengenal-Mu dan mengesankan-Mu. Engkau, ya Allah, yang menghilangkan kotoran dunia dari hati para pecinta-Mu, sehingga mereka tidak mencintai selain Engkau dan tidak bersandar kepada selain Engkau. Engkau, ya Allah yang menggembirakan hati mereka ketika semua isi alam ini menjemukan mereka. Dan Engkau, ya Allah, yang memberi hidayah kepada mereka, sebagai tanda-tanda kebenaran menerangi mereka..
  • Apa yang didapat oleh orang yang kehilangan Engkau dan apa yang dirasakan kurang oleh orang yang telah mendapatkan Engkau, ya Allah. Sungguh kecewa orang yang ridla dengan sesuatu selain Engkau dan sungguh rugi orang yang ingin berpindah dari-Mu..
  • Tuhanku, bagaimana akan diharapkan sesuatu selain Engkau padahal Engkau tidak pernah mengubah kebiasaan kebaikan-Mu. Dan bagaimana akan diminta selain Engkau padahal Engkau tidak pernah mengubah pemberian kurnia..
  • Ya Tuhan yang telah merasakan kemanisan bermunajat kepada kekasih-kekasih-Nya, sehingga mereka selalu menegakkan bersuka-suka di depan-Nya. Dan ya Tuhan yang memakaikan pakaian-pakaian hebatan kepada para wali-Nya, sehingga mereka merasa bangga dengan kemuliaan-Nya..
  • Engkaulah Tuhan yang berdzikir sebelum orang-orang berdzikir kepada-Mu. Engkaulah yang mula-mula memberi bantuan kebaikan sebelum orang-orang beribadah menghadap-Mu. Engkaulah pemurah dengan pemberian-pemberian sebelum permintaan orang-orang yang meminta. Dan Engkaulah yang Maha memberi, kemudian terhadap apa yang telah Engkau berikan itu Engkau pinjam..
  • Tuhanku, dekatkanlah aku kepada-Mu dengan rahmat-Mu sehingga aku segera sampai kepada-Mu. Dan tariklah aku dengan kurnia-Mu sehingga aku segera menghadap kepada-Mu..
  • Tuhanku, harapanku tidak akan putus kepada-Mu meskipun aku telah berbuat maksiat kepada-Mu, sebagaimana rasa takutku kepada-Mu idak akan hilang meskipun aku telah berbuat taat kepada-Mu..
  • Tuhanku, alam benda ini telah mendorong aku untuk pergi kepada-Mu dan pengetahuanku terhadap kemurahan-Mu telah memberhentikan aku untuk berdiri di depan pintu-Mu..
  • Tuhanku, bagaimana aku akan kecewa padahal Engkaulah harapanku, atau bagaimana aku akan terhina padahal hanya kepada-Mu aku berserah diri..
  • Tuhanku, bagaimana aku akan menjadi mulia padahal Engkau telah menempatkan aku dalam kehinaan. Bagaimana aku tidak akan menjadi mulia, sedang kepada-Mu aku bernisbah. Bagaimana aku tidak akan menjadi fakir, sedang Engkau telah menempatkan aku dalam kefakiran. Bagaimana aku akan menjadi fakir padahal Engkau telah mencukupkan aku dengan kemurahan-mu..
  • Engkaulah Tuhan yang tiada uhan kecuali Engkau. Engkau telah mengenalkan diri-Mu pada segala sesuatu, sehingga tidak ada sesuatupun yang tidak mengenal kepada-Mu..
  • Ya Tuhan yang berkuasa dengan sifat rahman-Nya diatas arsy, sehingga arsy itu menjadi gaib dalam sifat rahmat-Nya sebagaimana alam-alam lain menjadi hilang dalam arsy Allah. Engkau telah membinasakan alam dengan alam dan Engkau telah menutupi alam ini dengan kepungan alam nur..
  • Ya Tuhan yang telah berdinding di balik pagar kemuliaan-Nya, sehingga tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. Ya Tuhan yang telah menjelma dalam kesempurnaan keindahan-Nya, sehingga kebesaran-Nya telah terbukti dalam hati dan perasaan. Bagaimana Engkau akan tersembunyi padahal Engkau tampak jelas. Atau bagaimana Engkau akan gaib padahal Engkau yang mengawasi lagi yang hadir. Allah-lah yang memberi taufiq dan kepada-Nya kami mohon pertolongan..

#Munajat-munajat dan do’a-do’a dari Ibnu Atha’illah Al Askandari dalam penutup bacaan Muslim, Kitab Al Hikam.

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s