Diposkan pada lita lite

Lazuardi Pagi dan Mimpi Bidadari

Bumi Banguntapan Bantul, penghujung November 2010
Sudahkah engkau dipertemukan dengan seseorang yang mencintaimu setulus hati? Seseorang yang menjaga kehormatanmu dalam setiap tutur dan tingkah lakunya, Seseorang yang mampu membuatmu nyaman melangkah bersamanya pun mampu merekahkan senyum bahagia di bibir dan hatimu tatkala engkau merasa dunia begitu sulit dengan peliknya, sudahkah engkau menemukannya?
Aku bersama syukurku kurasakan aku telah menemukannya. Ia yang selanjutnya kusebut keindahan adalah kisah yang ingin kulukiskan kembali melalui tulisan-tulisan ini.
“Nissa!”, seseorang berteriak memanggil namaku dari arah matahari terbenam sore itu, aku pun menoleh untuk melihat dari mana suara itu berasal.
“Mas Dio, ada apa lari-lari sampai terengah-engah begitu?” tanyaku heran.
Tak ada jawaban berwujud kata-kata kecuali sesimpul senyum dan beberapa gelengan kepala yang ia tunjukkan. Akupun hanya bisa mgernyitkan dahi dan terdiam melihat kakak tingkat SMA-ku itu sedang berusaha menata kembali irama nafasnya setenang pembawaannya yang berwibawa dan mudah untuk meneduhkan hati siapa saja yang melihatnya. Beberapa saat kemudian, ia merogoh saku jasnya dan mengulurkan tangan kanannya bersama sepucuk amplop cokelat muda sembari berkata,
“Bacalah ketika lazuardi pagi, saat matahari telah naik sepenggalah untuk menerangi bumi, Nissa, berjanjilah padaku engkau mau melakukannya.” Suasana menjadi hening sesaat sebelum angin senja menyapu keterpakuanku mendengar permintaannya yang kuakui membuat hatiku berdesir hebat, laki-laki ini, apa maksudnya? Mungkinkah.. surat itu adalah surat… Ah.. pikirku dalam hati.
“Mas Dio.. A.. a.. apakah ini surat cinta untukku?” Yaa Salaam.. kenapa aku bisa bertanya sekonyol itu, ahh.. bagaimana ini, sungguh aku malu melihat mas Dio yang lagi-lagi hanya tersenyum menjawab pertanyaanku.

Bersambung. . . .

#ayo-ayo bagi anda yang mau melanjutkancerita di atas sesuai keinginanmu, ide gilamu atau imajinasi tak terbatas yang kau miliki, saya tunggu dengan penasaran dan senang hati 😀

untuk kritik juga sarannya terhadap cuplikan cerpen di atas pun saya nanti dengan lapang dada (hehe)

sebelumnya terimakasih 🙂

Iklan

Penulis:

Nunnalita, nama penaku. Tidak ada yang istimewa mengenaiku, tiada jua aku berharap akan dikenal karena tulisanku, aku hanya suka menulis. Terimakasih sudah berkunjung ke rumah tulisanku ini. Kesan dan pesan kurindukan. Salam senang menulis :)

9 tanggapan untuk “Lazuardi Pagi dan Mimpi Bidadari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s