Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^

Dunia Tanpa Matematika


Hari itu, kamis manis. Menjadi manis karena pertemuanku dengannya. Seorang murid baru. Manis bukan karna parasnya saja yang manis melainkan manis lebih karna pengalamannya. Tentang kota-kota yang pernah ia tinggali dan bahasa-bahasa daerah yang telah ia pahami di usianya. Manis sekali berkesempatan mengenalnya.

Satu hari lalu, kamis itu pun terasa begitu optimis. Bahwa aku ingin sekali bisa membantunya menemukan jawaban atas pertanyaannya. Ya, takdir pertemuan kami membawa serta sebuah pertanyaan sedari kecilnya, kepadaku. Pertanyaan yang belum jua terpenuhi jawabnya itu, melesak sudah di nurani.  Adakah dunia tanpa matematika? Lanjutkan membaca “Dunia Tanpa Matematika”

Diposkan pada tentang hati dan warna-warninya

Satu Kata Lima Huruf Haruku


Semangat pagi tuan dan puan, semoga sepanjang hari menyenangkan! Hari masih gelap saat Ibu berkata, “ceria sekali pagi-pagi, kenapa ya?”, dalam Bahasa Jawa. Hihi. Tidak ada rahasia diantara kami. Aku dan Ibuku. Satu diantara dua yang paling berhak tahu seluruh kisah hidupku, saat ini.

Orang kedua setelah Ibu ialah Bapak, ah.. lima huruf satu kata penuh haruku ini, hari ini akan jadi sesi curhatku bersamanya. Seperti yang sudah-sudah, di setiap kesempatan kami bertemu, menyenangkan sekali bukan, mendapatinya semakin hari semakin mencermati apapun yang kuceritakan. Adakah ini yang orang bilang semakin tua seseorang semakin lembut hatinya itu? Bapakku, ampun tua dulu tapi. Hehe.

Ya, Bapak bagiku, masihlah orang yang selalu bisa menyisipkan canda tak peduli apapun genre cerita yang kubawa. Satu alasan aku selalu menantikan sesi curhat kami. Ditertawakan, sudah biasa. Malah suka, membawa serta relaksasi.

Bapak, aku tahu siapa yang lebih engkau rindukan dariku. Empat bulan tidak bertemu, aku melihatnya. Saat engkau diam-diam mengusap matamu demi melihat seseorang yang duduk disampingku. Anak yang pada akhirnya bisa engkau peluk lagi. Adikku. Adakah benar bahwa sejatinya hati laki-laki lebih lembut dari hati wanita?

Biarlah penduduk bumi membaca catatanku ini. Sekelumit cerita tentang Bapak. Meski begitu, aku jua selalu penasaran, apa yang akan ia sampaikan padaku jika ia membaca tulisan ini. Hahaha. Semoga tidak dibilang alay. Oh, tentu tidak. Bapak bukan ABG yang berasal dari jaman kekinian, tentu ia memiliki besar kemungkinan tidak mengenal kata ini dalam perbendaharaannya bukan? Tetap saja, semoga tidak. 😀

Bapak, jua satu-satunya orang rumah yang tidak pernah protes menjatuhkan semangat saat aku berkesempatan menjadi koki di dapur Ibu. Pernah suatu kali, saat libur sekolah, ingin membuatkannya sayur bening bayam. Masih ingat betul-betul ia hanya berkomentar, “ini sayur bening apa kolak sih?”, dalam bahasa suku kami juga seperti percakapanku dengan Ibu. Qiqiqiqiqi. Tak terbayang bagaimana seandainya ia berkomentar kasar. Boleh jadi aku enggan memasak selamanya. Wkwkwk.

Lanjutkan membaca “Satu Kata Lima Huruf Haruku”

Diposkan pada tentang hati dan warna-warninya

Hadyan


Ada yang pagi-pagi sudah pegang sapu, asik sendiri di latar depan rumahnya. Bersama sejuta pesona pagi―semilir sejuk angin, hening suara, dan segarnya dedaunan berembun―di bawah langit bersih bertajuk lazuardi lihatlah, bagaimana seluruh cerita ini dimulai.

Adalah Najmi. Sebut saja begitu. Wajahnya menjadi berseri-seri saat mendengar ada yang memanggilnya. Lirih saja, tapi sudah cukup untuk membuatnya menoleh.

Ialah Hadyan, nama sebenarnya. Anak laki-laki kelas lima sekolah dasar, turun dari sepeda tanggungnya. Pelan-pelan kulihat ia tuntun sepedanya mendekati Najmi kemudian. Perlahan jua ia berjalan setengah menunduk menghampiri Najmi, masih dengan senyum khasnya yang kukira begitu tulus, membuat Najmi dan aku ikut tersenyum. Duhai.. kamu pun pasti mengerti, hanya senyum tuluslah yang bisa membuat siapa saja di sekitaran tulus itu turut tersenyum.

Najmi pun menyapanya jua. Pagi sekali, rajin sekali, begitulah isi sapaan itu, sebelum aku terenyuh melihat adegan apa kemudian. Hadyan mengulurkan tangannya. Salim. Masya Allah, anak ini.. santun sekali..

Tahukah kamu, Nak. Jika boleh aku mewakili apa yang hendak Najmi sampaikan padamu, ia bahagia. Mendapati anak sesantun Hadyan, Najmi besryukur sungguh. Engkau mungkin masih anak-anak, tetapi Hadyan telah mengingatkanku dimana aku tinggal dan apa yang tidak boleh aku sepelekan.

Lanjutkan membaca “Hadyan”

Diposkan pada muhasabah diri yukk ^_^, Uncategorized

Bidadari itu…


Assalamu’alaikum sahabat wordpress.. lama diri tiada berkunjung kemari. Jika ini rumah, pastilah rumput di halamannya sudah meninggi, lantainya berdebu, dan agaknya benar aku rindu. Bukan rindu menggebu, hanya rindu menulis disini, dan bersama catatan lama ini, semoga rinduku membawa serta pemahaman yang baik tentang, bidadari itu….

oOo

Mataku basah membaca dialog ini. Dialog panjang tentangmu, tentang Islam memuliakan dirimu. Sebuah dialog yang bermula dari Surah Ad-Dukhan ayat 54, “Dan kami jodohkan mereka dengan bidadari bermata jeli.”

 

Adakah kamu juga bermata basah setelah membaca ini? Sampaikan padaku, aku akan senang mendapati diriku ditemani. Lanjutkan membaca “Bidadari itu…”

Diposkan pada Perangkat Pembelajaran

Kisi-Kisi UN 2016


Semangat pagi 🙂 Semangat belajar, anak-anak Najmi 🙂 Sudah punya kisi-kisi UN 2016? Bagi yang belum, bisa klik link di bawah ini ya, semoga bermanfaat, salam semangat, selalu 🙂 🙂

Peraturan BSNP Kisi-Kisi UN Dasar dan Menengah 2015-2016

Kisi-kisi UN 2016 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

Kisi-kisi UN 2016 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Teologi Kristen/Sekolah Menengah Agama Katolik

Kisi-kisi UN 2016 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Diposkan pada Fisika menyenangkan :)

Aku dan Fisika


Selamat pagi anak-anak Najmi 🙂 Selamat mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi bagi yang baru saja lulus. Semoga lolos ya!

Momen-momen mendaftar sekolah seperti ini membuatku ingin bercerita. Cerita tentang aku dan Fisika. Ada apa dengan Fisika? Ialah satu-satunya. Yap, Fisika. Mata pelajaran yang kudapati untuk kali pertama di bangku SMP. Kamu tahu? Aku bersekolah di SMP terfavorit di kotaku. Apakah aku bangga? Sedikit. Sisanya? Aku bersyukur karenanya aku memiliki teman-teman keren di hidupku. Teman yang sudah jadi dokter, abdi negara, pengusaha sukses, maupun ahli-ahli, meskipun aku masih apalah-apalah. Hehehe 😀

oOo

Aku tidak akan mencantumkan tahun berapa aku masuk ke SMP-ku. Bukan karena takut kelihatan tua melainkan aku lupa, hehehe. Okelah, sebut saja sekitar 12 tahun lalu, alhamdulillah aku diterima di sekolah itu. Tidak banyak yang kuingat, saat itu aku justru sedih karena tidak banyak teman se-SD yang mau masuk kesana. Hanya beberapa orang, membuatku menyadari sesuatu. Sahabat jugalah penting dalam memilih sekolah. Tapi tidak apa-apa, aku pasti akan menemukan banyak sahabat baru disini, keyakinanku.

Oya, bersekolah di SMP favorit juga banyak tantangannya. Jika kamu siap menghadapi semua poin ini, Lanjutkan membaca “Aku dan Fisika”

Diposkan pada cara sehat memasak mie instan, cerita mie, mie, mie dan susu, mie instan, Resep Unik, tips membuat mie instan

Me and Mie


*Sebelum bercerita, aku ingin menyampaikan Marhaban yaa Ramadhan semuanya 🙂 Mohon maaf lahir batin ya. Bagi yang tidak bisa membuka, semoga bisa menutup, siapkan saja catatan hutang puasa, hihi 🙂 🙂

Oke. Kali ini aku ingin menulis tentang mie karena aku suka mie. Dari kecil sudah suka mie. Kata Ibu, dari sekitar umur tiga tahun cerita ini dimulai. Pernah jam dua dini hari mengusik tidur cantik Ibu, hanya karna aku ingin semangkuk mie instan kuah. Oi.. betapa menggemaskannya saya sebetulnya di mata Ibu! Meski begitu, aku berterimakasih karena beliau bercerita justru dengan gelak tawa. Hihihi.

Mie. Anak-anak mana yang tidak suka mie? Angkat tangan! Kukira, sebagian besar anak-anak suka mie. Jika ditanya kenapa, karna mie menarik menarik bentuknya, kenyal teksturnya, macam-macam rasanya. Itu menurutku.

Berawal dari cerita aku dan mie itu. Aku ingin membuat catatan. Untuk siapa saja penyuka mie seperti aku. Bahwa makan makanan yang instan-instan seperti mie sepertinya tidak baik untuk kesehatan. Karena banyak zat aditifnya. Zat aditif? Yap, penyedap rasa, pengawet makanan, dan pewarna sintetis. Hii.

Baiklah, fakta itu tentu tidak menyurutkan ketertarikan penyukanya. Justru merk dagang mie berjibun jumlahnya, kini. Dari semuanya, aku sedang suka mie ramennya N*ss*n. Hehe.

Lalu bagaimana kiat makan mie yang aman? Aman? Tentu saja kamu juga mungkin pernah mendengar kiat-kiat berikut ini. Lanjutkan membaca “Me and Mie”

Diposkan pada CerPenku

Dear My Precious Dear


Tiada selapis awan pun malam itu. Langit bersih. Latar yang sempurna bagi para bintang bersinaran berteman cahaya rembulan.

Adalah Sabil, anak laki-laki bungsu dari tiga bersaudara di keluarganya, tengah duduk takzim di gundukan batu besar pinggiran kali batas desa. Tidak ada yang lebih istimewa dari lukisan langit kecuali gemericik air dan hamparan padi satu-dua ratus batang masih tampak rimbunnya di seberang kali.

oOo

Anak itu, satu-dua kali menghela napas panjang. Pikirannya masih dipenuhi tentang apa yang akan ia lakukan pada kertas yang sedari tadi ia genggam. Lanjutkan membaca “Dear My Precious Dear”